Skip to main content

Kisah Aku

"...sedangkan aku. Aku justru orang yang paling bersedih. Karena aku tahu, apa yang gak bakalan aku miliki."



Punggung.. menjadi satu-satunya definisi dia tentang ayam.

Kalau aku...

Aku jatuh cinta. Aku jatuh cinta kepada seseorang yang hanya sanggup aku gapai sebatas punggungnya saja.  Seseorang yang aku saja tidak tahu apa warna matanya apakah biru atau coklat muda. Seseorang yang hanya sanggup aku nikmati bayangannya, tapi tak kan pernah bisa aku miliki. Seseorang yang hadir bagaikan bintang jatuh. Sekelebat kemudian menghilang begitu saja, tanpa sanggup tangan ini mengejarnya.  Seseorang yang bisa kirimi aku isyarat sehalus  udara, langit, awan, atau hujan.

Tapi sekarang, justru menurut aku sahabat aku itulah orang yang paling berbahagia. Dia bisa begitu menikmati punggung ayam, karena Cuma itu yang dia tahu. Sedangkan aku, aku justru orang yang paling bersedih.  Karena aku tahu.. Apa yang gak bakalan bisa aku miliki.


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Saat Itu...

  "... Bila aku menyerah, bukan berarti lelah atau lemah, itu hanya berarti kamu kehilanganku."   Suatu saat aku akan membaca kembali tulisan ini, sambil merenungi apa yang terjadi denganku beberapa tahun kedepan. Hidupku, tempat tinggalku, teman hidupku, dimana aku bekerja, seberapa nyaman aku dengan kehidupanku, keluargaku, semuanya. Ini bukan perihal sekedar impian dan harapan tapi realita. Terkadang memang kenyataan adalah sesuatu yang tidak bisa kita terima begitu saja. Mengeluh, mengutuki, menghujat, kecewa, haru semua pasti ada. Apalagi bila segala yang kamu mulai rencanakan hari ini dan seterusnya tidak menjadi nyata di masa yang akan datang, lantas kita akan bertanya bagaimana ini semua terjadi, kenapa bisa begini akhirnya? Suatu saat nanti, kelak jika aku bukan orang yang membangunkanmu saat pagi datang, membelaimu mesra dan membuatkanmu secangkir kopi hangat. Jika tidak ada lagi seseorang yang kau buatkan cokelat hangat karena aku rentan dengan ...

Thinking Of You

  Comparisons are easily done Once you’ve had a taste of perfection Like an apple hanging from a tree I picked the ripest one I still got the seed You said move on where do I go I guess second best Is all I will know Cause when I’m with him I am thinking of you Thinking of you What you would do if You were the one Who was spending the night Oh I wish that I was looking into your eyes

Masihkah kamu yang dulu?

  " Kenalilah aku sebagai tempatmu pulang, bukan bersinggah...". Masih ingatkah kamu? Masih samakah kamu? Dulu kamu yang selalu rewel saat aku akan pergi, kamu sibuk mengomel agar aku membawa ini itu. Kamu yang selalu mengingatkanku untuk menilik kembali checklist -ku, kamu yang khawatir ketika aku kelupaan sesuatu, kamu yang sibuk membeli ini itu karena takutku sakit itupun hanya di Jawa. Saat ini aku pergi jauh bukan untuk main-main, bukan untuk berlibur atau sekedar tamasya untuk pamitpun susah bahkan support darimu mungkin aku harus memintanya, hal-hal kecil yang sering menjadi ritual kita saat akan berpisah untuk sementara waktu mulai kamu abaikan, konyol memang! Tapi tidak untukku. Dan mungkin sebentar lagi komunikasi menjadi hal yang sangat terbatas. Memang salahku, tidak seharusnya aku membawamu terlalu dalam. Sering terlintas dalam benakku, andai saja saat itu aku tidak mengijinkanmu menyelamiku hanya cukup mengagumi lewat pandang mungkin tidak akan sejauh ...