Skip to main content

Matahari tetaplah matahari..


 " Orang lain boleh saja datang dan pergi sesuka hati, tapi yang namanya sahabat sejati selalu ada di hati "

Setiap mahluk punya kisah begitupun matahari..
Terkadang datang disaat kita masih terlelap dan terbuai bunga-bunga tidur. Pergi disaat kita terlampau sibuk dengan sekeliling kita. Merasa tak pernah dihargai bahkan kedataangannya  tak pernah disyukuri. Datang, dihiraukan dan lenyap begitu saja..
Matahari.. sahabat yang paling dekat dengan semangat dan harapan baru.
Membuat sebuah awal untuk hari baru. Tak pernah mengingkari janjinya untuk datang setiap hari. Menyinari mereka yang ada dalam kegelapan dunia, menghangatkan hati yang beku, memnbalut jiwa yang terluka karena masa lalu..
Terkadang kita merasa jauh dengan segala angan dan impian yang digantungkan tinggi tepat dibawah cakrawala. Kita tidak pernah tau kapan angan dan harapan itu akan terwujud atau bahkan kembali lagi kepada kita? Jadilah seperti matahari yang selalu datang meskipun tak tahu cuaca yang dihadapi akan seperti apa. Tetaplah kuat tegar dan bersinar  sekalipun sekelilingmu hitam pekat menggoncang dan menyoyakkan hingga sinarmu redup karena memang waktu yang memintamu..

Bila kau tak mampu menjadi matahari jadikanlah matahari sebagai sahabat sejatimu..Yang tak pernah pergi dan berhenti bersinar sekalipun kau menyuruhnya terkecuali takdir. Bagaimanapun semua hal akan berlalu. Suatu hari kita pasti akan terbangun dan tersenyum, menyadari bahwa kita pernah melewatinya..

Karena,
hidup dimulai pada hari ini, ketika kita bangun tadi pagi. Bukan hari kemarin, bukan besok. Ya, hidup dimulai pada hari ini. Dan kita percaya hari ini dimulai bukan hanya dari kita membuka mata tadi pagi. Hari ini dimulai jauh sebelum itu.
 Bahkan hari dimana "matahari tetaplah sesosok matahari.."
 


Comments

Popular posts from this blog

Saat Itu...

  "... Bila aku menyerah, bukan berarti lelah atau lemah, itu hanya berarti kamu kehilanganku."   Suatu saat aku akan membaca kembali tulisan ini, sambil merenungi apa yang terjadi denganku beberapa tahun kedepan. Hidupku, tempat tinggalku, teman hidupku, dimana aku bekerja, seberapa nyaman aku dengan kehidupanku, keluargaku, semuanya. Ini bukan perihal sekedar impian dan harapan tapi realita. Terkadang memang kenyataan adalah sesuatu yang tidak bisa kita terima begitu saja. Mengeluh, mengutuki, menghujat, kecewa, haru semua pasti ada. Apalagi bila segala yang kamu mulai rencanakan hari ini dan seterusnya tidak menjadi nyata di masa yang akan datang, lantas kita akan bertanya bagaimana ini semua terjadi, kenapa bisa begini akhirnya? Suatu saat nanti, kelak jika aku bukan orang yang membangunkanmu saat pagi datang, membelaimu mesra dan membuatkanmu secangkir kopi hangat. Jika tidak ada lagi seseorang yang kau buatkan cokelat hangat karena aku rentan dengan ...

Thinking Of You

  Comparisons are easily done Once you’ve had a taste of perfection Like an apple hanging from a tree I picked the ripest one I still got the seed You said move on where do I go I guess second best Is all I will know Cause when I’m with him I am thinking of you Thinking of you What you would do if You were the one Who was spending the night Oh I wish that I was looking into your eyes

Masihkah kamu yang dulu?

  " Kenalilah aku sebagai tempatmu pulang, bukan bersinggah...". Masih ingatkah kamu? Masih samakah kamu? Dulu kamu yang selalu rewel saat aku akan pergi, kamu sibuk mengomel agar aku membawa ini itu. Kamu yang selalu mengingatkanku untuk menilik kembali checklist -ku, kamu yang khawatir ketika aku kelupaan sesuatu, kamu yang sibuk membeli ini itu karena takutku sakit itupun hanya di Jawa. Saat ini aku pergi jauh bukan untuk main-main, bukan untuk berlibur atau sekedar tamasya untuk pamitpun susah bahkan support darimu mungkin aku harus memintanya, hal-hal kecil yang sering menjadi ritual kita saat akan berpisah untuk sementara waktu mulai kamu abaikan, konyol memang! Tapi tidak untukku. Dan mungkin sebentar lagi komunikasi menjadi hal yang sangat terbatas. Memang salahku, tidak seharusnya aku membawamu terlalu dalam. Sering terlintas dalam benakku, andai saja saat itu aku tidak mengijinkanmu menyelamiku hanya cukup mengagumi lewat pandang mungkin tidak akan sejauh ...