Skip to main content

Renungkanlah!



Untuk : AnakKU yang terkasih

AKU sering melihatmu marah ketika orang lain berhasil.
Untuk apa kamu menginginkan keberhasilan orang lain? Bukankah AKU sudah menyediakan suksesmu sendiri?

Kamu tidak pernah mengejarnya, jadi kamu tidak pernah bisa memilikinya!
Matamu tidak terfokus kepada rancanganKU yang dahsyatatas hidupmu. Melainkan tertuju kepada karyaKU yang luar biasa atas hidup orang lain!

Jadilah air, selalu mengalir melewati semua benda, menembus semua sisi tanpa batas!

AnakKU jangan mau dikalahkan oleh keadaan tetapi kalahkanlah keadaan!
AnakKU yang terkasih, jangan sakit hati ketika engkau ditegur, padahal kamu merasa sudah melakukan yang terbaik..
Sakit hati hanya akan membuat tidurmu tidak nyenyak dan perasaanmu tidak nyaman.
Buanglah itu jauh jauh dari hati dan pikiranmu!

Kuasailah dirimu sedemikian rupa sehingga kamu bisa mengatasi perasaan diperlakukan tidak adil, dilecehkan, diremehkan atau dikhianati oleh sesamamu..

Bukankah untuk itu kau hidup?
Untuk melihat kenyataan bahwa di dunia ini yang paling mengerti perasaanmu dan menerima dirimu apa adanya hanyalah AKU?

Jauhilah segala bentuk kejahatan tetapi jangan jauhi AKU!
AnakKU ingatlah ini baik-baik!
AKU selalu membuka tanganku lebar-lebar untuk memberi rasa aman, kapanpun kau membutuhkannya.
AKU senantiasa menyiapkan bahuKU untuk tempat kepalamu bersandar dan mencurahkan tangis!
AKU melakukannya karena AKU sungguh-sungguh peduli padamu!


                                   
Bapa yang selalu mengasihimu..


Comments

Popular posts from this blog

Saat Itu...

  "... Bila aku menyerah, bukan berarti lelah atau lemah, itu hanya berarti kamu kehilanganku."   Suatu saat aku akan membaca kembali tulisan ini, sambil merenungi apa yang terjadi denganku beberapa tahun kedepan. Hidupku, tempat tinggalku, teman hidupku, dimana aku bekerja, seberapa nyaman aku dengan kehidupanku, keluargaku, semuanya. Ini bukan perihal sekedar impian dan harapan tapi realita. Terkadang memang kenyataan adalah sesuatu yang tidak bisa kita terima begitu saja. Mengeluh, mengutuki, menghujat, kecewa, haru semua pasti ada. Apalagi bila segala yang kamu mulai rencanakan hari ini dan seterusnya tidak menjadi nyata di masa yang akan datang, lantas kita akan bertanya bagaimana ini semua terjadi, kenapa bisa begini akhirnya? Suatu saat nanti, kelak jika aku bukan orang yang membangunkanmu saat pagi datang, membelaimu mesra dan membuatkanmu secangkir kopi hangat. Jika tidak ada lagi seseorang yang kau buatkan cokelat hangat karena aku rentan dengan ...

Hari Minggu Pukul 4 Sore

"...Awalnya aku hanya iseng melihat foto masa kecilku dengan ayah. Kini, aku menulis berderai air mata membayangkan tubuhnya..." Hari minggu pukul 4 sore adalah detik-detik yang tidak pernah menyenangkan. Aku harus bersiap dan bergegas pulang kembali ke tempat dimana aku melanjutkan sekolah, iya Jogja. Jogja memang menungguku dengan sejuta pesona, tapi kehangatan Solo tak pernah ada tandingannya. Sering aku berharap hari Sabtu itu lebih panjang, sehingga aku punya banyak waktu untuk menikmati kota asalku dan isinya. Satu hal yang paling aku rindukan adalah bertemu dengan ayahku. Iya, ayah yang sekarang merangkap menjadi ibu juga dan bahkan kakakku. Nggak tau kenapa, malam ini aku ingin menulis tentang ayah. Ketika perjalanan dikereta menuju Jogja aku menyumbat kedua telingaku dengan headset berharap aku tidak menghiraukan semua hiruk pikuk keramaian dengan mendengarkan playlist-playlist favoriteku. Sesaat mataku berkaca ketika playlistku sampai pada sebuah rekama...

Thinking Of You

  Comparisons are easily done Once you’ve had a taste of perfection Like an apple hanging from a tree I picked the ripest one I still got the seed You said move on where do I go I guess second best Is all I will know Cause when I’m with him I am thinking of you Thinking of you What you would do if You were the one Who was spending the night Oh I wish that I was looking into your eyes