Skip to main content

Bila Aku Sudah Lelah



Ada yang memperhatikanmu, ada yang mengagumimu, ada yang menyanjungmu, ada yang manyayangimu tetapi memilih diam dan pergi.. ADA!
Dari sekian wanita yang menggilaimu seberapa yang mampu bertahan dan berjuang sekuat aku? Seberapa yang bisa sabar seperti  saat kau asyik dengan duniamu? Seberapa yang mengerti tentang hobi dan kesenanganmu? Seberapa yang tahu apa saja yang ada dalam daftar hal-hal yang tidak kau sukai?
Bukan aku menyerah.. bukan!
Aku hanya lelah, bukan hanya lelah dengan sikapmu namun aku juga lelah jika harus berjuang seorang diri. "Percuma aku mati-matian kalau kamu inginnya terlepas" - kata sebuah Film.
Kita.. belum sempat memperjuangkan, belum sempat membahagiakan. Namun aku sudah memilih berhenti dan pergi. Tidak adil memang, tapi terkadang mengalah tidaklah saling melukai kecuali dirimu sendiri.
Jadi? Bolehkah aku berhenti sekarang? Aku memang lelah dan ingin berhenti. Bukan berhenti mencintaimu namun berhenti menunjukannya..

Ketika kamu pergi, aku memilih diam dan tetap berada di tempatku. Namun  ketika kamu datang kembali, jangan mencariku. Aku mungkin sudah tidak ada disana.karena kamu membiarkanmu terlalu lama menunggumu pulang.”

Comments

Popular posts from this blog

Saat Itu...

  "... Bila aku menyerah, bukan berarti lelah atau lemah, itu hanya berarti kamu kehilanganku."   Suatu saat aku akan membaca kembali tulisan ini, sambil merenungi apa yang terjadi denganku beberapa tahun kedepan. Hidupku, tempat tinggalku, teman hidupku, dimana aku bekerja, seberapa nyaman aku dengan kehidupanku, keluargaku, semuanya. Ini bukan perihal sekedar impian dan harapan tapi realita. Terkadang memang kenyataan adalah sesuatu yang tidak bisa kita terima begitu saja. Mengeluh, mengutuki, menghujat, kecewa, haru semua pasti ada. Apalagi bila segala yang kamu mulai rencanakan hari ini dan seterusnya tidak menjadi nyata di masa yang akan datang, lantas kita akan bertanya bagaimana ini semua terjadi, kenapa bisa begini akhirnya? Suatu saat nanti, kelak jika aku bukan orang yang membangunkanmu saat pagi datang, membelaimu mesra dan membuatkanmu secangkir kopi hangat. Jika tidak ada lagi seseorang yang kau buatkan cokelat hangat karena aku rentan dengan ...

Thinking Of You

  Comparisons are easily done Once you’ve had a taste of perfection Like an apple hanging from a tree I picked the ripest one I still got the seed You said move on where do I go I guess second best Is all I will know Cause when I’m with him I am thinking of you Thinking of you What you would do if You were the one Who was spending the night Oh I wish that I was looking into your eyes

Masihkah kamu yang dulu?

  " Kenalilah aku sebagai tempatmu pulang, bukan bersinggah...". Masih ingatkah kamu? Masih samakah kamu? Dulu kamu yang selalu rewel saat aku akan pergi, kamu sibuk mengomel agar aku membawa ini itu. Kamu yang selalu mengingatkanku untuk menilik kembali checklist -ku, kamu yang khawatir ketika aku kelupaan sesuatu, kamu yang sibuk membeli ini itu karena takutku sakit itupun hanya di Jawa. Saat ini aku pergi jauh bukan untuk main-main, bukan untuk berlibur atau sekedar tamasya untuk pamitpun susah bahkan support darimu mungkin aku harus memintanya, hal-hal kecil yang sering menjadi ritual kita saat akan berpisah untuk sementara waktu mulai kamu abaikan, konyol memang! Tapi tidak untukku. Dan mungkin sebentar lagi komunikasi menjadi hal yang sangat terbatas. Memang salahku, tidak seharusnya aku membawamu terlalu dalam. Sering terlintas dalam benakku, andai saja saat itu aku tidak mengijinkanmu menyelamiku hanya cukup mengagumi lewat pandang mungkin tidak akan sejauh ...