Skip to main content

He Treats Me Like A Princess



“Tidak ada harmoni seindah rintik hujan, terkecuali lirihmu.. Tidak ada hal yang lebih nyaman selain berada dalam pelukanmu. Dan tidak ada yang lebih hangat selain senyummu..”

Malam itu, saat bulan tidak bersahabat. Angin bertiup kencang, dingin dan beku. Kamu tidak habis tekad menjemputku, tepat pukul setengah 8 didepan gerejaku, setelah ibadah itu.. Rasanya… aku tidak mampu lagi mengungkapkannya, ada kebahagiaan yang ingin aku tunjukan pada semua oorang.. Akan meledak hati ini bila terus menahannya..

Dengan satu tangan kamu mengendara motormu dan satutangan lagi menggenggamku, kamu membawaku ke tempat yang sudah kamu siapkan sebelumnya. Rasanya.. tidak ada kebahagiaan yang paling indah selain berada didekatmu.
Kamu membawaku ke sebuah resto steak dan memilih tempat paling bagus sudut ujung sebelah kanan sebelum pintu masuk, aku ingat persis. Ketika aku duduk, dan sebentar mengobrol tiba-tiba lampu padam, aku tak tahu yang terjadi namun aku menjadi panik, dan kamu tahu aku takut “gelap”. Dan akhirnya kau memberiku tanganmu untuk ku genggam. Tepat 2 detik aku menggenggam tanganmu, suara hujan.. Bukan hanya hujan biasa tapi disertai angin turut meramaikan suasana kita yang hanya “berdua”.

Tepat 2 jam kita menghabiskan waktu, mengobrol tentang hidup dan keluargamu. Aku begitu bahagia mendengar ceritamu seolah-olah kamu mengijinkan aku masuk dalam hidupmu dan menjadi bagian didalamnya.
Malam itu kamu berjuang untuk mengantarku pulang. Hanya dengan satu tangan, dimana tangan yang lain masih menggenggamku penuh kasih.

 Malam itu menjadi malam yang selalu kukenang, dimana kamu memperlakukan aku layaknya seorang “putri” yang kau biarkan masuk dalam kehidupanmu.

Comments

Popular posts from this blog

Saat Itu...

  "... Bila aku menyerah, bukan berarti lelah atau lemah, itu hanya berarti kamu kehilanganku."   Suatu saat aku akan membaca kembali tulisan ini, sambil merenungi apa yang terjadi denganku beberapa tahun kedepan. Hidupku, tempat tinggalku, teman hidupku, dimana aku bekerja, seberapa nyaman aku dengan kehidupanku, keluargaku, semuanya. Ini bukan perihal sekedar impian dan harapan tapi realita. Terkadang memang kenyataan adalah sesuatu yang tidak bisa kita terima begitu saja. Mengeluh, mengutuki, menghujat, kecewa, haru semua pasti ada. Apalagi bila segala yang kamu mulai rencanakan hari ini dan seterusnya tidak menjadi nyata di masa yang akan datang, lantas kita akan bertanya bagaimana ini semua terjadi, kenapa bisa begini akhirnya? Suatu saat nanti, kelak jika aku bukan orang yang membangunkanmu saat pagi datang, membelaimu mesra dan membuatkanmu secangkir kopi hangat. Jika tidak ada lagi seseorang yang kau buatkan cokelat hangat karena aku rentan dengan ...

Hari Minggu Pukul 4 Sore

"...Awalnya aku hanya iseng melihat foto masa kecilku dengan ayah. Kini, aku menulis berderai air mata membayangkan tubuhnya..." Hari minggu pukul 4 sore adalah detik-detik yang tidak pernah menyenangkan. Aku harus bersiap dan bergegas pulang kembali ke tempat dimana aku melanjutkan sekolah, iya Jogja. Jogja memang menungguku dengan sejuta pesona, tapi kehangatan Solo tak pernah ada tandingannya. Sering aku berharap hari Sabtu itu lebih panjang, sehingga aku punya banyak waktu untuk menikmati kota asalku dan isinya. Satu hal yang paling aku rindukan adalah bertemu dengan ayahku. Iya, ayah yang sekarang merangkap menjadi ibu juga dan bahkan kakakku. Nggak tau kenapa, malam ini aku ingin menulis tentang ayah. Ketika perjalanan dikereta menuju Jogja aku menyumbat kedua telingaku dengan headset berharap aku tidak menghiraukan semua hiruk pikuk keramaian dengan mendengarkan playlist-playlist favoriteku. Sesaat mataku berkaca ketika playlistku sampai pada sebuah rekama...

Thinking Of You

  Comparisons are easily done Once you’ve had a taste of perfection Like an apple hanging from a tree I picked the ripest one I still got the seed You said move on where do I go I guess second best Is all I will know Cause when I’m with him I am thinking of you Thinking of you What you would do if You were the one Who was spending the night Oh I wish that I was looking into your eyes