Skip to main content

Musik dan KAMU



Kalo datang cuman mau mampir doang kenapa gak kewarung kopi aja? Ini hati bukan angkringan yang bisa sembarang orang datang cuma jadi tempat berteduh. Kamu mulai ragu? Wajar bila begitu. Namun tak pernahkah kamu melihat aku? Seberapa ragu namun selalu percaya? Kamu tidak melihat usahaku? Ataukah kamu yang sebenarnya lelah? Kamu bukan prioritas utama tapi kamu seperti musik yang liriknya selalu teringat meskipun tak dihafalkan. Bagaimana bisa aku lupa kalau kamu saja tidak mau pergi dari otakku? Mengenai musik dan kamu sama, sama-sama membuatku candu. Namun bedanya kamu membuatku rindu, musik membuatku sendu dengan alunan nadanya yang menghipnotis aku seperti dalam ruangan yang dipenuhi fotomu. Iya kenangan tentang kamu..

Semakin sering aku mengulang dan memutarnya semakin aku suka. Sama seperti kamu semakin sering diotakku semakin sulit untuk tidak menyukaimu. Tapi semua itu tidak membuat berkurangnya selera terhadap musik, sama seperti terhadap kamu.  Bahkan sampai sekarang kamu masih menjadi playlist-favoriteku yang slalu ku putar ketika ku rindu. Andai ku bisa ingin aku memelukmu lagi namun bagaimanapun caraku merajuk tetap tak bisa bila aku sendiri yang berjuang seperti yang Raisa bilang (Mantan Terindah)..
“Mau dikatakan apalagi
Kita tak akan pernah satu
Engkau disana, aku disini
Meski hatiku memilihmu”

Terimakasih sudah mau mencoba kembali. Meskipun tidak berhasil, aku menghargai usahamu. Mungkin aku yang harus beristirahat sekarang. Maaf jika kamu masih menjadi playlist-favoriteku sampai sekarang..
“..yang t’lah kau buat sungguhlah indah
Buat diriku susah lupa”


Comments

Popular posts from this blog

Saat Itu...

  "... Bila aku menyerah, bukan berarti lelah atau lemah, itu hanya berarti kamu kehilanganku."   Suatu saat aku akan membaca kembali tulisan ini, sambil merenungi apa yang terjadi denganku beberapa tahun kedepan. Hidupku, tempat tinggalku, teman hidupku, dimana aku bekerja, seberapa nyaman aku dengan kehidupanku, keluargaku, semuanya. Ini bukan perihal sekedar impian dan harapan tapi realita. Terkadang memang kenyataan adalah sesuatu yang tidak bisa kita terima begitu saja. Mengeluh, mengutuki, menghujat, kecewa, haru semua pasti ada. Apalagi bila segala yang kamu mulai rencanakan hari ini dan seterusnya tidak menjadi nyata di masa yang akan datang, lantas kita akan bertanya bagaimana ini semua terjadi, kenapa bisa begini akhirnya? Suatu saat nanti, kelak jika aku bukan orang yang membangunkanmu saat pagi datang, membelaimu mesra dan membuatkanmu secangkir kopi hangat. Jika tidak ada lagi seseorang yang kau buatkan cokelat hangat karena aku rentan dengan ...

Thinking Of You

  Comparisons are easily done Once you’ve had a taste of perfection Like an apple hanging from a tree I picked the ripest one I still got the seed You said move on where do I go I guess second best Is all I will know Cause when I’m with him I am thinking of you Thinking of you What you would do if You were the one Who was spending the night Oh I wish that I was looking into your eyes

Masihkah kamu yang dulu?

  " Kenalilah aku sebagai tempatmu pulang, bukan bersinggah...". Masih ingatkah kamu? Masih samakah kamu? Dulu kamu yang selalu rewel saat aku akan pergi, kamu sibuk mengomel agar aku membawa ini itu. Kamu yang selalu mengingatkanku untuk menilik kembali checklist -ku, kamu yang khawatir ketika aku kelupaan sesuatu, kamu yang sibuk membeli ini itu karena takutku sakit itupun hanya di Jawa. Saat ini aku pergi jauh bukan untuk main-main, bukan untuk berlibur atau sekedar tamasya untuk pamitpun susah bahkan support darimu mungkin aku harus memintanya, hal-hal kecil yang sering menjadi ritual kita saat akan berpisah untuk sementara waktu mulai kamu abaikan, konyol memang! Tapi tidak untukku. Dan mungkin sebentar lagi komunikasi menjadi hal yang sangat terbatas. Memang salahku, tidak seharusnya aku membawamu terlalu dalam. Sering terlintas dalam benakku, andai saja saat itu aku tidak mengijinkanmu menyelamiku hanya cukup mengagumi lewat pandang mungkin tidak akan sejauh ...