Skip to main content

Harmonisasi

“Nada itu kita, lagu merupakan hasil proses, komposernya Tuhan dan mereka hanyalah penikmat keindahannya”.

Nada-nada hanya sebuah angka yang diolah dalam suatu proses menjadi sebuah melodi. Nada hanya  bagian dari kesatuan musik atau lagu. Kamu dan aku juga, hanya bagian dari sebuah proses kehidupan. Lagu adalah bagian dari sebuah pertunjukan atau mahakarya begitu juga proses kehidupan bagian dari penciptaan dan rancangan yang Maha Kuasa.
Harmonisasi sangat dibutuhkan untuk membuat sebuah lagu yang indah. Mayor dan minor saling berpadu menghasilkan bunyi yang merdu. Sama seperti suka(mayor) dan duka(minor) beradu dalam kehidupan untuk menghasilkan keseimbangan sesuai porsinya.
Nada (kita) hanya diam dan tinggal mengikuti apa yang akan dibuat oleh  komposer (Tuhan)  untuk menghasilkan musikalisasi yang indah. Jika dilihat kita hanya bagian terkecil dari suatu runtutan lagu bahkan pertunjukan. Akan menghasilkann mahakarya jika berada pada tangan musisi yang hebat pula. Sekarang tergantung bagaimana kita mau menjadi nada yang taat dan setia menjalani sebuah proses harmonisasi. Meskipun dalam pengolahannya banyak mengalami koreksi namun hasil akhirnya dinikmati semua orang. Seperti kita menjadi objek yang dinikmati sebagai teladan kehidupan.

Comments

Popular posts from this blog

Saat Itu...

  "... Bila aku menyerah, bukan berarti lelah atau lemah, itu hanya berarti kamu kehilanganku."   Suatu saat aku akan membaca kembali tulisan ini, sambil merenungi apa yang terjadi denganku beberapa tahun kedepan. Hidupku, tempat tinggalku, teman hidupku, dimana aku bekerja, seberapa nyaman aku dengan kehidupanku, keluargaku, semuanya. Ini bukan perihal sekedar impian dan harapan tapi realita. Terkadang memang kenyataan adalah sesuatu yang tidak bisa kita terima begitu saja. Mengeluh, mengutuki, menghujat, kecewa, haru semua pasti ada. Apalagi bila segala yang kamu mulai rencanakan hari ini dan seterusnya tidak menjadi nyata di masa yang akan datang, lantas kita akan bertanya bagaimana ini semua terjadi, kenapa bisa begini akhirnya? Suatu saat nanti, kelak jika aku bukan orang yang membangunkanmu saat pagi datang, membelaimu mesra dan membuatkanmu secangkir kopi hangat. Jika tidak ada lagi seseorang yang kau buatkan cokelat hangat karena aku rentan dengan ...

Thinking Of You

  Comparisons are easily done Once you’ve had a taste of perfection Like an apple hanging from a tree I picked the ripest one I still got the seed You said move on where do I go I guess second best Is all I will know Cause when I’m with him I am thinking of you Thinking of you What you would do if You were the one Who was spending the night Oh I wish that I was looking into your eyes

Masihkah kamu yang dulu?

  " Kenalilah aku sebagai tempatmu pulang, bukan bersinggah...". Masih ingatkah kamu? Masih samakah kamu? Dulu kamu yang selalu rewel saat aku akan pergi, kamu sibuk mengomel agar aku membawa ini itu. Kamu yang selalu mengingatkanku untuk menilik kembali checklist -ku, kamu yang khawatir ketika aku kelupaan sesuatu, kamu yang sibuk membeli ini itu karena takutku sakit itupun hanya di Jawa. Saat ini aku pergi jauh bukan untuk main-main, bukan untuk berlibur atau sekedar tamasya untuk pamitpun susah bahkan support darimu mungkin aku harus memintanya, hal-hal kecil yang sering menjadi ritual kita saat akan berpisah untuk sementara waktu mulai kamu abaikan, konyol memang! Tapi tidak untukku. Dan mungkin sebentar lagi komunikasi menjadi hal yang sangat terbatas. Memang salahku, tidak seharusnya aku membawamu terlalu dalam. Sering terlintas dalam benakku, andai saja saat itu aku tidak mengijinkanmu menyelamiku hanya cukup mengagumi lewat pandang mungkin tidak akan sejauh ...