Skip to main content

WANITA! Mungkin juga KALIAN? :)


“Jangan jadikan wanita nomor satu tapi jadikan dia satu-satunya!...”

Sayang.. sayang sekali wanita itu mahluk perasa, mahluk yang penuh dengan sandi, kode, dan teka-teki. Bukan sandi rumput atau bahkan sandi morse tapi sandi dari setiap gerak-geriknya. Bukan teka-teki silang alias TTS tapi disetiap tingkah dan sikapnya yang tidak terduga dan tidak tertebak seperti sebuah teka-teki. Banyak orang bilang wanita itu mahluk yang rumit.. sesungguhnya tidak. Jangan hanya mengerti seorang wanita tapi kenalilah dia!  Maka kau akan benar-benar mengagumi keunikannya.


Satu kelemahannya adalah pelupa dalam segala hal termasuk tugas,kewajiban,tanggung jawab dll kecuali kenangan karena dalam bagian ini dia tergolong perekam memori yang paling bagus hahaha..Tapi jangan khawatir dia bukan pendendam kok, dia akan slalu berikan kesempatan untuk cinta baru yang datang menghampirinya meskipun dia dia pertaruhkan hatinya untuk akhir yang bahagia atau... terluka


Dia tak hanya butuh sekedar boneka,cokelat,es krim, keju, bunga, dan hadiah-hadiah yang menarik. Yang sangat dia butuhkan sebenarnya adalah sosok yang mampu menjadi “Daddy,brother,lover,and little boy” dalam satu pribadi. Simpel kan?

Jangan jadikan wanitamu nomor satu tapi jadikan dia satu-satunya! Gandeng tangannya dan pamerkan kepada seluruh dunia bahwa kamu bangga memilikinya maka dia akan menjadi wanita yang paling berbahagia karena telah memilihmu. Jangan pernah kecewakan hatinya dan membuatnya pergi.. karena saat dia pergi kamu tidak akan melihat tingkah konyolnya yang membuatmu selalu tertawa, tidak akan ada lagi ejekan yang membuatmu kangen, tidak akan ada tangisan dan rengekannya yang membuatmu jengkel, tidak ada manjanya yang membuatmu gemas, tidak ada bawelnya yang membuatmu marah.. dan yang paling penting kamu tidak akan punya motivator paling ulung dalam hidupmu karena seorang wanita sejati akan melakukan apa saja yang terbaik untuk membuat lelakinya bahagia.


Sayangilah wanitamu dengan segala keindahannya..

Comments

Popular posts from this blog

Saat Itu...

  "... Bila aku menyerah, bukan berarti lelah atau lemah, itu hanya berarti kamu kehilanganku."   Suatu saat aku akan membaca kembali tulisan ini, sambil merenungi apa yang terjadi denganku beberapa tahun kedepan. Hidupku, tempat tinggalku, teman hidupku, dimana aku bekerja, seberapa nyaman aku dengan kehidupanku, keluargaku, semuanya. Ini bukan perihal sekedar impian dan harapan tapi realita. Terkadang memang kenyataan adalah sesuatu yang tidak bisa kita terima begitu saja. Mengeluh, mengutuki, menghujat, kecewa, haru semua pasti ada. Apalagi bila segala yang kamu mulai rencanakan hari ini dan seterusnya tidak menjadi nyata di masa yang akan datang, lantas kita akan bertanya bagaimana ini semua terjadi, kenapa bisa begini akhirnya? Suatu saat nanti, kelak jika aku bukan orang yang membangunkanmu saat pagi datang, membelaimu mesra dan membuatkanmu secangkir kopi hangat. Jika tidak ada lagi seseorang yang kau buatkan cokelat hangat karena aku rentan dengan ...

Thinking Of You

  Comparisons are easily done Once you’ve had a taste of perfection Like an apple hanging from a tree I picked the ripest one I still got the seed You said move on where do I go I guess second best Is all I will know Cause when I’m with him I am thinking of you Thinking of you What you would do if You were the one Who was spending the night Oh I wish that I was looking into your eyes

Masihkah kamu yang dulu?

  " Kenalilah aku sebagai tempatmu pulang, bukan bersinggah...". Masih ingatkah kamu? Masih samakah kamu? Dulu kamu yang selalu rewel saat aku akan pergi, kamu sibuk mengomel agar aku membawa ini itu. Kamu yang selalu mengingatkanku untuk menilik kembali checklist -ku, kamu yang khawatir ketika aku kelupaan sesuatu, kamu yang sibuk membeli ini itu karena takutku sakit itupun hanya di Jawa. Saat ini aku pergi jauh bukan untuk main-main, bukan untuk berlibur atau sekedar tamasya untuk pamitpun susah bahkan support darimu mungkin aku harus memintanya, hal-hal kecil yang sering menjadi ritual kita saat akan berpisah untuk sementara waktu mulai kamu abaikan, konyol memang! Tapi tidak untukku. Dan mungkin sebentar lagi komunikasi menjadi hal yang sangat terbatas. Memang salahku, tidak seharusnya aku membawamu terlalu dalam. Sering terlintas dalam benakku, andai saja saat itu aku tidak mengijinkanmu menyelamiku hanya cukup mengagumi lewat pandang mungkin tidak akan sejauh ...